Estimasi Biaya Pengecatan Mobil

Seiring waktu dan pemakaian, bodi mobil bisa rusak baik karena usia atau tergores karena senggolan di jalan. Bila sudah begini, mau tidak mau Carmudian terpaksa harus melakukan perbaikan body dan cat ulang. Sebelum melakukan body repair dan cat mobil, yuk kita hitung dulu estimasi biaya yang dibutuhkan.

Banyak bengkel cat dan bodi yang bisa melakukan repair and repaint. Mulai dari bengkel cat pinggir jalan sampai bengkel resmi menyediakan jasa body repair. Namun, kita harus tahu kualitas pengerjaan dan harga yang mereka tawarkan.

Jangan sampai, harga yang diminta terlalu mahal namun kualitas garapan asal-asalan. Bengkel yang bisa memberikan jaminan kualitas dengan harga yang masuk akal, tentunya bakal diserbu oleh konsumen. Tentunya, biaya perbaikan body sebenarnya tergantung dari tingkat kerusakan dan seberapa luas body yang penyok.

Kondisi bodi mobil sebenarnya jadi salah satu cerminan pemiliknya. Bila bodinya mulus tanpa penyok, menandakan kondisi mobil Anda terawat dengan baik. Secara sekilas, orang akan menilai bahwa Anda adalah orang yang merawat barang.

Begitu juga sebaliknya, saat mobil kita tampilannya tidak karuan dengan banyak penyok dan lecet di body yang kusam, mendandakan Anda orang yang malas merawat. Kondisi kurang layak ini sekilas memperlihatkan pada khalayak umum bahwa kita adalah orang yang tidak peduli dengan kondisi mobil

Biaya Cat Body Mobil Per Panel

Ketika memutuskan akan mengecat mobil, kadang perlu melakukan body repair apabila terdapat sedikit penyok. Untuk itu, kita perlu memperhitungkan biaya yang dibutuhkan untuk body repair kemudian cat mobil. Biaya ini bisa dihitung per panel mobil atau full body untuk pengecatan berikut proses ketok halus.



Tanpa disadari, kadang body mobil mengalami penyok tipis yang samar terlihat. Penyok ini kadang terjadi karena body disandari orang sehingga permukaannya melesak ke dalam. Apabila bukan ringsek dan penyoknya masih ringan maka biaya perbaikannya bisa sekaligus dijadikan satu dengan pengecatan per panel.

Bicara mengenai harga cat mobil per panel dan full bodi di bengkel resmi dan non resmi pastinya berbeda-beda. Berikut ini estimasi biaya pengecatan mobil di bengkel body repair non resmi memakai cat jenis polyurethane:

  • Harga Per panel Rp 300.000 – Rp 450.000
  • (Standart Panel Pintu, Spakbor/Fender, Bumper, Sidekirt dan Spoiler/Wing)
  • Kap Mesin & Bagasi Rp 400.000 – 600.000
  • Atap Mobil Rp 500.000 – Rp 800.000

Sementara itu, untuk biaya yang lebih terjangkau bisa memilih cat dengan bahan Acrylic Lacquer. berikut ini estimasi harga termurah pengecatan per panel memakai cat Acrylic Lacquer:

  • Kap Mesin Rp 450.000,-
  • Kabin Atas Rp 650.000,-
  • Kap Bagasi Rp 350.000,-
  • Pintu Per-Panel Rp 350.000,-
  • Fender Per-Panel Rp 350.000,-
  • Bemper Depan Rp 350.000,-
  • Bemper Belakang Rp 350.000,-
PROBLEM SEPUTAR CAT (PAINT DEFECT)

 

Semua pemilik mobil tentu ingin cat mobilnya terlihat sempurna. Mulus dan mengilap tanpa cacat. Namun, sering kali hasil yang diterima pasca pengecatan ulang kurang sempurna. Ada cacat atau paint defect yang terjadi. Kerusakan ini bisa terjadi akibat beberapa faktor. Contohnya proses pengecatan yang tidak tepat, kondisi lingkungan pengecatan yang buruk sampai kecerobohan. Nah, berikut ini sebagian kecil paint defect yang umum terjadi. Sekaligus penyebab dan cara untuk menanggulanginya.
Runs (meleleh) Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian bodi yang vertikal. Cat yang terlalu tebal atau kental kemudian meleleh membentuk aliran. Hal ini bisa terjadi karena campuran terlalu kental atau tekanan udara di spray gun kurang kencang. Bisa diampelas untuk menghilangkannya. Tapi bila lelehannya terlalu tebal setelah proses penghalusan perlu disemprot ulang.
Orange peel (kulit jeruk) Kerusakan permukaan cat menyerupai kulit jeruk. Kondisi ini akibat proses formasi cat yang tidak sempurna.Penyebabnya beragam seperti teknik dan penyetelan spray gun yang tak tepat (tekanan udara terlalu kecil atau jarak penyemprotan terlalu jauh). Bisa juga akibat suhu ruang pengecatan terlalu panas. Kalau kulit jeruk yang muncul levelnya rendah atau menengah bisa dihilangkan dengan diampelas serta dipoles. Bila parah mesti diampelas hingga halus lalu dicat ulang menggunakan thinner dengan penguapan lambat.
Clouding (berbayang putih seperti awan) Kondisi ini bisa dideteksi dengan munculnya bayangan putih tipis atau tebal pada lapisan cat. Bila diumpamakan, bayangan tersebut seperti awan putih. Makanya disebut dengan istilah clouding. Defect ini umumnya terjadi pada lapisan cat. Bisa terjadi karena proses pencampuran atau pembuatan warna yang tak sempurna atau kerusakan pada spray gun. Bisa juga karena karena tekanan a ngin spray gun tidak tepat, atau kekentalan cat tidak pas hingga teknik penyemprotan yang salah.
Solvent popping (gelembung udara kecil) Ini adalah kondisi munculnya gelembung udara berukuran kecil (bintik-bintik) pada bagian cat paling atas. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor seperti pencampuran material yang tak tepat, waktu pengeringan yang kurang hingga aplikasi lapisan coating yang tidak kompatibel. Kalau bintiknya halus dan tidak banyak bisa diampelas untuk menghilangkannya. Namun, jika jumlahnya banyak dan areanya luas perlu dikerok semua dan dicat ulang.
Cracking (retak) Muncul retak (crack) seperti tanah atau lumpur me ngering pada cat. Bentuk retaknya bermacam- macam, tapi umumnya bisa terjadi pada lapisan cat atau undercoat. Kerusakan ini bisa disebabkan banyak faktor. Misalnya lapisan film yang terlalu tebal bias meningkatkan tekanan memicu retak. Bisa juga disebabkan pencampuran material yang tidak bagus atau penggunaan aditif cat yang tidak tepat. Kalau retaknya halus dan tipis bisa diampelas untuk menghilangkannya. Namun, jika retaknya banyak dan dalam, car perlu dikerok dan proses pengecatan diulang.
Chipping (luka kecil akibat kerikil/benda keras) Ada bagian kecil cat yang terlepas (chips) akibat benturan kerikil atau benda keras saat melaju kencang. Makanya bentuk kerusakannya berupa bintik-bintik kecil yang saat diraba terasa kasar. Umumnya terdapat di bumper, pintu samping dan kadang atas kap mesin. Untuk perbaikannya mesti melakukan pengecatan ulang pada area yang terluka. Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa meminta meningkatkan kualitas ke tahanan basecoat pada bagian-bagian tersebut sehingga tidak mudah terluka lagi.
KENALI KARAKTER WARNA CAT

 



Karakter warna sangat tergantung pigmen pembentuk warna yang dikandungnya. Ada yang mudah dirawat namun mahal direparasi atau sebaliknya. Kesulitan reparasi umumnya terjadi pada cat orisinal pabrik. Sebab material dasar cat dan prosesnya jauh beda dengan bengkel cat umum. Perlu keahlian dan alat untuk mendekati sempurna.

Ada tiga klasifikasi warna mobil yang umum di Indonesia: solid, metalik dan pearl (mutiara). Masing-masing berkarakter beda. Silver, gold serta putih adalah warna-warna yang paling mudah dirawat, namun rada sulit untuk mereparasinya (jika rusak).

Hal sebaliknya berlaku ke warna gelap seperti hitam atau coklat. Nah, sebagai sedikit panduan sebelum memilih warna mobil idaman, silakan Anda pelajari karakter warna di bawah ini.

SOLID
• Hitam

Selain cepat kotor, hitam sulit dalam perawatan lantaran sering sekali tergores (scratch). Sumbernya adalah partikel debu tipis yang terperangkap di antara lap (chamois) dan bodi saat mencuci.
Guratan-guratan partikel debu tersebut merusak lapisan cat hingga terlihat goresan. Namun hitam sangat mudah direparasi bila terjadi kerusakan sebidang (hasil cat tak belang) dan merupakan warna yang sangat elegan, bila terawat dengan baik.

• Merah

Tingkat kesulitan perawatan setingkat di bawah hitam, namun harga material dasarnya lebih mahal karena merah banyak mengandung pigmen. Begitu pun untuk reparasi, warna ini punya tingkat kesulitan tinggi.

• Putih
Kebalikan dari hitam. Perawatan sangat mudah, lantaran putih tak sensitif terhadap partikel debu. Warna ini juga tak terlihat terlalu kotor, walau tak dicuci seminggu. Tentu asal Anda tak main lumpur.
Namun soal reparasi, jauh lebih sulit dari hitam. Soalnya, warna putih sangat dipengaruhi umur serta reaksi sinar ultraviolet dari matahari. Amat sulit bagi bengkel cat menyesuaikan warnanya. Tapi keistimewaan lain dari warna ini, mudah terlihat pengemudi lain di segala kondisi cuaca.

• Kuning, Biru, Hijau
Ketiga warna ini punya tingkat kesulitan perawatan bergantung dari kekuatan warna. Namun pada dasarnya tak sesulit hitam dan merah
Merawat warna hijau atau biru tua lebih mudah ketimbang yang muda. Sebab goresan debu saat mencuci itu terjadi pada lapisan vernis, bukan pada lapisan cat. Jadi makin terang warnanya, goresan makin terlihat akibat pantulan dari lapisan warna pada bagian di vernis yang cacat dan sebaliknya, kecuali hitam.

METALIK
Selain hitam, umumnya warna metalik (biru metalik, dsb) mudah dirawat dan diperbaiki. Lantaran campuran logam pada cat metalik sangat kuat, goresan pada lapisan cat tidak terlalu menonjol.
Dari jajaran metalik, warna silver serta gold adalah warna yang paling mudah dirawat. Lantaran partikel logamnya banyak, baret pada kedua warna ini sangat tersamar.
Namun kalau reparasinya, sama dengan putih, lumayan sulit. Satu hal negatif dari silver dan gold adalah kurang terlihat oleh pengendara lain (baik terang ataupun berkabut) dibanding warna lain.

MUTIARA (PEARL)
Warna ini mempunyai unsur logam yang lebih rendah dibanding warna metalik. Jadi bila tergores, lukanya jelas terlihat kecuali di bawah terik matahari. Namun reparasinya tak semahal perawatannya. Khusus untuk silver serta gold tidak semudah versi metalik, lantaran kandungan logamnya sedikit hingga baret mudah terlihat.

HINDARI BARET
Baret tipis yang menyerang permukaan cat, berasal dari partikel debu yang terperangkap antara lap dan bodi ssat mencuci mobil.
Cara paling aman untuk menghindarinya adalah membersihkan bodi dengan tangan dan air sebelum mencuci mobil.
Cucurkan air serta lap pelan-pelan dengan tangan. Debu tak menempel di tangan seperti pada lap. Baru setelah selesai dengan tangan, bisa pakai lap.
Kalau Anda hendak mencuci di car wash otomatis, pastikan lap pembersih yang berputar dalam mesin kondisinya masih baik.
9 PENYEBAB RUSAKNYA CAT MOBIL YANG TIDAK ANDA SADARI





Menjaga cat mobil Anda tetap terlihat baik tidak hanya untuk meningkatkan nilai jual kembali, namun cat mobil juga merupakan penjaga mobil Anda antara lembaran logam dan unsur-unsur di dalamnya. Kita tahu parkir adalah salah satu faktor kerusakan cat mobil, jalan kerikil atau mantan yang marah juga dapat merusak cat mobil Anda dalam sekejap mata, tapi banyak hal di luar sana yang dapat melakukan hal yang sama namun tidak Anda sadari.
Kami akan memberikan saran bagaimana cara mengatasi kerusakan kerusakan tersebut. Dan saya sangat menyarankan Anda untuk merawat mobil Anda secara rutin di Bengkel Cat Mobil. Tidak hanya mobil Anda terlihat tetap cantik, perawatan secara rutin juga membantu mencegah kerusakan cat. Saya juga menganjurkan Anda selalu membawa semprotan pembersih dan selembar kain lap untuk mobil Anda. Seperti yang Anda lihat, sebagian masalah kerusakan cat mobil dapat diatasi hanya dengan dilap.


1. Kebakaran Liar

Masalah : Ketika basah, abu membentuk alkali yang dapat merusak cat mobil Anda.
Solusi : Jaga mobil Anda tertutup, gunakan kain lap mobil untuk abu kering, cuci sampai bersih jika abu menempel.
Kebakaran dapat terjadi kapan saja tanpa kita duga, baik kebakaran hutan maupun gedung di tengah kota. Abu dari kebakaran menyebar di mana-mana, tidak terkecuali mobil Anda. Sementara itu naluri Anda akan menuruh Anda untuk segera menyemprot mobil secara keseluruhan, namun air yang dicampur dengan abu dapat menciptakan alkali kuat yang dapat merusak cat mobil Anda. Jika abu masih kering Anda dapat mengatasinya dengan kain lap yang kering atau membawa kendaraan Anda dengan kecepatan tinggi. Abu yang sudah terlanjur basah harus diatasi dengan proffesional di Bengkel Cat Mobil.


2. Getah Pohon

Masalah : masyarakat kuno menggunakan getah pohon sebagai perekat dengan alasan yang baik.
Solusi : Bug and Tar remover, perawatan tanah liat.
Mengelap getah saat masih basah hanya memperluas area getah. Anda dapat membersihkannya dengan “bug and tar remover” dari Bengkel Cat Mobil. Jika getah sudah kering, anda dapat membersihkannya dengan perawatan tanah liat.


3. Pengisian Bahan Bakar

Masalah : bahan bakar tumpah
Solusi : Instant detailer dan kain microfiber
Terkadang kita atau karyawan pom bensin tidak sengaja menumpahkan bahan bakar ke permukaan mobil Anda. Jika dibiarkan begitu saja, bahan bakar seperti bensin akan meninggalkan noda pada mobil Anda dan hampir tidak mungkin untuk dibersihkan. Jika Anda kebetulan menumpahkan bahan bakar ke permukaan mobil Anda, solusi terbaik adalah menyemprot instant detailer dan mengelapnya dengan kain microfiber yang halus.


4. Bekas Jari

Masalah : Menulis atau menggosok pada permukaan cat mobil yang kotor menyebabkan tanda permanen.
Solusi : Jaga mobil Anda bersih.
Kita sering melihat banyak tulisan aneh pada permukaan mobil yang kotor, namun tahukah Anda, Debu bertindak seperti amplas ketika diseret di permukaan cat mobil, dan dapat membuat lecet walaupun setelah debu sudah hilang.Jadi selalu pastikan untuk membersihkan mobil baik sebelum waxing atau polishing.


5. Kopi pagi Anda

Masalah : Kopi dan soda mengandung asam yang dapat merusak cat mobil Anda.
Solusi : Mencucinya segera
Mengemudi dengan secangkir kopi di atap mobil Anda dapat berakibat sangat buruk bagi cat mobil Anda. Kita seringkali lupa meninggalkannya di atap mobil. Tidak hanya kopi. cairan apapun yang bersifat asam dapat mengakibatkan kerusakan pada permukaan cat mobil. Terkadang kombinasi minuman yang asam seperti kopi dengan gula yang lengket dapat meninggalkan bercak permanen pada permukaan cat mobil. Cara mengatasinya adalah segera lap ketika anda mengetahui minuman tumpah. Jika noda sudah membandel segera bawa mobil Anda ke Bengkel Cat Mobil.


6. Pasir pada Peralatan Pembersih Mobil Anda

Masalah : Pasir yang tidak terlihat dapat merusak.
Solusi : Mencucinya segera atau menyiapkan peralatan cadangan.
Mencuci mobil Anda sendiri bisa jadi menyenangkan, tetapi kesalahan umum justru dapat menyebabkan kerusakan lebih dari yang Anda pikirkan seperti menjatuhkan spons Anda. Bahkan kain microfiber yang termahal sekalipun dapat merusak permukaan cat mobil Anda jika terjatuh. Butir-butir pasir dapat menyebabkan goresan goresan tanpa Anda sadari. Solusinya adalah tentu saja jangan pernah menjatuhkan peralatan pembersih mobil Anda, namun jika sedah terlanjur kotor lebih baik Anda menyiapkan peralatan cadangan karena pasir sekecil apapun dapat merusak permukaan cat mobil Anda.


7. Penyiram Otomatis

Masalah : Air dari daun dapat meninggalkan noda bintik-bintik pada cat mobil Anda.
Solusi : Jauhi penyiram otomatis bila memungkinkan
Tempat parkir di sebelah taman memang terlihat indah, namun penyiram otomatis dapat menjadi bencana bagi cat mobil Anda. Anda mungkin berpikir air bukanlah masalah bagi cat mobil Anda, namun kombinasi air dan zat pada daun dapat meninggalkan noda yang sulit dibersihkan. Solusi terbaik adalah menjauhi mobil Anda dari taman. Jika noda sudah terlanjur terjadi, maka sebaiknya Anda membawa mobil Anda ke Bengkel Cat Mobil yang proffesional.


8. Kotoran Burung

Masalah: kotoran burung adalah asam.
Solusi: Mencucinya segera.
Kotoran burung tidak hanya tidak enak dipandang. kotoran tersebut juga bersifat asam. Lihat saja jumlah patung marmer yang hancur di kota-kota yang dipenuhi merpati dan Anda akan melihat apa yang kita maksud. Tidak hanya itu, tetapi burung makan biji dan potongan kerikil yang bisa menggores cat Anda.
Solusinya adalah dengan mencuci kotoran burung dengan segera setelah Anda melihatnya. Gunakan air instant detailer dan kain microfiber yang lembut untuk mengelapnya.


9. Serangga

Masalah: cairan yang dihasilkan serangga bersifat asam.
Solusi: Mencucinya segera
Anda sedang menuju pulang dari kantor pada sore hari dan tiba-tiba wabah kedelapan serangan Mesir, dengan ribuan serangga membasahi kaca depan Anda. Tapi hanya membersihkan kaca depan tidak cukup. Serangga menghasilkan asam. Cuci mobil Anda secepat mungkin, dan gunakan bug and tar remover yang dapat didapatkan di Bengkel Cat Mobil terdekat.

CACAT PADA PENGECATAN

 


Kali ini saya akan membahas tentang kegagalan proses pengecatan karena sangat penting ketika kita sebelum melakukan ppengecat atau merepair body dari sebuah kendaraan agar kendaraan tersebut tidak mengalami kegagalan pada saat kita melakukan pengecatan, karena percumah saja kalau kita mengecat kemudian baru beberapa jam sudah mengalami kegagalan dalam pengecatannya.
Pengecatan adalah sebuah proses untuk membuat lapisan cat tipis (cair atau bubuk) di atas sebuah benda dan kemudian membuat lapisan cat ini mengeras dengan cara mengeringkannya.
Sebuah mobil sebagian terbuat dari(lembaran baja). Jika terbuka terhadap udara, baja ceenderung untuk menghasilkan karat di atasnya. Jika karat mulai tumbuh, menutupi baja sehingga menjadi sulit untuk menjaga sifat-sifat baja seperti kekuatan dan bahkan bentuk aslinya. Dengan mengecatnya, berarti mencegah karat tumbuh diatasnya, sehingga bisa mendapat sifat aslinya lebih lama dibandingkan jika tidak di cat.
Nilai komersialnya akan jauh lebih tinggi jika di cat dengan indah, bila dibandingkan dengan mobil lain yang tidak di cat bahkan jika keduanya memiliki konfigurasi yang sama, fungsi dan kinerjanya sama.

Teknik pengecatan yang jelek dapat mengakibatkan :
·           Run dan Sag
·           Semprotan kering
·           Permukaan tidak rata / kasar
·           Kerusakan pada permukaan cat seperti Popping

Cacat pengecatan (Painting Defects) yang biasanya ditemui pada saat proses pengecatan adalah sebagai berikut:

1.    POPPING
Merupakan cacat berupa luka atau lecetnya lapisan cat yang disebabkan oleh pengencer yang terjebak dalam lapisan atas atau lapisan bawah, terlebih lagi apabila dipengaruhi oleh pengeringan yang tidak tepat. Cacat jenis ini juga dikenal sebagai boiling, solvent boil, boil, atau popping
Gambar 1. Popping
PENYEBAB
·           Waktu flash off kurang antara lapis ke lapis berikutnya
·           Lapisan cat terlalu tebal, thinner yang digunakan tidak sesuai dan ovennya terlalu tinggi
·           Tekanan angin terlalu rendah

PENCEGAHAN
·           Flash off minimal 5 menit antara tiap-tiap lapisan dan berikan waktu yang cukup sebelum di oven
·           Ketebalan cat & thinner harus sesuai yang direkomendasikan
·           Periksa tekanan yang dipakai 3-4 kg/cm2

PERBAIKAN
·           Apabila hanya kecil maka setelah selesai dicat dilakukan pengamplasan dengan kertas amplas no P1200 – P1500 dengan air dan setelah itu di compound yang halus
·           Apabila parah maka amplas dahulu pada permukaan popping tersebut sampai habis, dan lakukan pengecetan ulang

2.    BEADS (CISSING/ LUBANG KAWAH/ FISH EYES/ MATA IKAN)
Cacat pengecatan berupa kawah yang membuka seperti mata ikan setelah aplikasi cat warna. Dikenal juga dengan istilah silicone contamination, poor wetting, saucering, pits, craters atau cissing .

Gambar 2. Fish Eyes
PENYEBAB
·           Tercemar dengan oli, minyak atau air karena cat tidak dapat membentuk lapisan diatas air, oli ataupun minyak
·           Tercemar oleh debu, kotoran lain atau silicone dari polish compound
·           Terjadi pencemaran over spray dari tipe lain

PENCEGAHAN
·           Menghilangkan oli, minyak dan air pada kompresor dari air regulator setiap hari
·           Menghilangkan kotoran seperti air, minyak sebelum dan sesudah menggunakan

PERBAIKAN
·           Apabila hanya kecil maka setelah selesai dicat dilakukan pengamplasan dengan kertas amplas no P1200 – P1500 dengan air dan setelah itu di compound yang halus
·           Apabila parah maka amplas dahulu pada permukaan pinehole tersebut sampai habis dan dispot epoxy primer bila perlu, dan lakukan pengecetan ulang

3.    SEEDS/DIRT/BINTIK
Partikel debu/debu cat atau kotoran jatuh di atas lapisan film yang basah dan tertinggal di dalam pada saat cat mengering.
Gambar 3. Bintik

PENYEBAB
·           Spray booth/oven kotor, filter tidak berfungsi, body mobil masih kotor, kontaminasi dengan sisa-sisa pengamplasan, debu ataupun partikel asing yang menempel selama proses pengecatan

PENCEGAHAN
·           Membersihkan ruangan oven/spray booth dan filternya, meniup dengan amgin pada body mobil yang akan dicat

PERBAIKAN
·           Apabila bintik kecil-kecil, maka setelah selesai dicat dilakukan pengamplasan dengan kertas amplas no P1200 – P1500 dengan cara wet sanding dan compound dengan non silicon compound yang halus
·           Apabila bintiknya parah maka harus dilakukan pengecatan ulang kembali


4.    SHRINKAGE (LIFTING, MENGKERUT, TERANGKAT)
Kerusakan cat yang membentuk pulau dan mengkerut, dikenal juga dengan istilah featheredge splitting.
Gambar 4. Shirinkage

PENYEBAB
·           Kelebihan cat yang mengalir kebawah dan mengering dan mengkerut sehingga akan cenderung membentuk seperti pula,  dikenal juga dengan istilah featheredge splitting.

PENCEGAHAN
·           Pada saat proses pengecatan harus diperhatikan benar cat yang disemprotkan agar tidak terlalu banyak yang menempel pada permukaan
·           Perhatikan waktu/jeda penyemprotan cat pada permukaan yang dicat

PERBAIKAN
·           Perlu diamplas dan dikelupas kemudian dilakukan epoxy kemudian dilakukan pengecetan ulang pada permukaan tersebut

5.    PINHOLE (SCALES/ KERAK KECIL/ LUBANG JARUM)
Merupakan cacat pengecatan berupa lubang saat penyelelesaian akhir, atau lubang pada dempul, atau primer yang disebabkan oleh pengencer, udara, kelembaban atau persiapan permukaan yang tidak baik. Istilah pinholing juga dikenal sebagai: pin holes, solvent retents, pock marks, pitting, pops, ataupun pin pricks.
Gambar 5. Pinhole

PENYEBAB
·           Viscosity pada waktu penyemprotan terlalu tinggi dan tekanan rendah
·           Sebelum pengecatan akhir pada saat undercoat masih terdapat lubang-lubang kecil
·           Cat dipanaskan dengan terlalu cepat sebelum solvent menguap didalam coat

PENCEGAHAN
·           Cek viscosity dan tekanan pada waktu penyemprotan
·           Sebelum penyemprotan cat akhir periksa terlebihdahulu undercoatnya
·           Pemanasan cat jangan terlalu cepat

PERBAIKAN
·           Apabila hanya kecil maka setelah selesai dicat dilakukan pengamplasan dengan kertas amplas no P1200 – P1500 dengan air dan setelah itu di compound yang halus
·           Apabila parah maka amplas dahulu pada permukaan pinehole tersebut sampai habis dan dispot epoxy primer bila perlu, dan lakukan pengecetan ulang

6.    ORANGE PEEL (KULIT JERUK)
Merupakan cacat pengecatan dengan bentuk permukaan yang tidak merata, seperti kulit jeruk yang dsebabkan oleh kasarnya butiran yang kurang teratomisasi dengan baik. Butiran cat yang kering sebelum lapisan merata (tidak kering bersama). Cacat ini juga dikenal dengan nama poor flow, poor levelling, pebbling.
Gambar 6. Kulit Jeruk
PENYEBAB
·           Thinner yang dipakai terlalu cepat kering
·           Jarak semprotan terlalu dekat, Viskositas semprotan terlalu kental, Tekanan udara penyemprotan terlalu tinggi

PENCEGAHAN
·           Gunakan thinner yang sesuai dengan suhu sekitar, jarak semprotan 15-20 cm dari obyek, viskositas harus sesuai pada rekomendasi, tekanan udara penyemprotan sesuai

PERBAIKAN
·           Apabila hanya kecil/sedikit cukup dipoles dengan compound yang halus, atau dilakukan pengecatan ulang setelah diamplas

7.    RUNS (SAGGING, MELELEH)
Cacat pengecatan yang disebabkan oleh terlalu banyaknya cat yang menempel ke permukaan. Kasus ini juga dikenal sebagai overloading, curtains, gun spits, sags, sagging ataupun drips.
Gambar 7. Meleleh
PENYEBAB
·           Penyemprotan yang terlalu pelan dan jarak semprotan terlalu pendek dan keluar cat terlalu banyak.
·           Penyemprotan langsung dilakukan tebal tidak bertahap.
·           Viscocity pada waktu penyemprotan terlalu rendah.
·           Tekanan angin terlalu rendah.
·           Penambahan thinner yang tidak tepat.

PENCEGAHAN
·           Cara penyemprotan harus memperhatikan tiknik penyemprotan yang benar.
·           Penyemprotan lebih baik dilakukan berulang-ulang jangan 1 kali tebal.
·           Kekentalan cat harus sesuai yang direkomendasikan
·           Tekanan angin 3-4 kg/cm2.
·            Jangan berlebihan ketika menambahkan thinner.

PERBAIKAN
·           Apabila melelehnya tipis cukup diamplas dengan amplas P1200 dan selanjutnya di compound dan di polish.
·           Apabila terlalu parah maka repainting ulang atau dilakukan pengecetan ulang


8.    POLISHING MARKS (PUTTY MARKS, TANDA PUTTY/DEMPUL)
Merupakan cacat yang terjadi ketika selesai melakukan poles, dengan bagian cat yang tidak seragam atau timbulnya perubahan warna selesai poleshing.
Gambar 8.Polishing Marks
PENYEBAB
·           Penambahan antara cat asli dan putty berbeda, maka top coat solvent mengakibatkan penyusutan disepanjang featheredges, sehingga timbul tanda putty.

PENCEGAHAN
·           Penambahan cat asli dan putty harus sama sehingga tidak timbul tanda putty

PERBAIKAN
·           Lakukan pengecatan ulang agar warnanya sesuai dan tandanya hilang

9.    CRACKING
Serangkaian retak yang tidak beraturan, muncul seperti pada lumpur yang mengering. Hal ini bisa terjadi pada lapisan cat atau lapisan bawah.
Gambar 9. Cracking

PENYEBAB
·           Serangkaian retak yang tidak beraturan, muncul seperti pada lumpur yang mengering. Hal ini bisa terjadi pada lapisan cat atau lapisan bawah.
·           Terlalu banyak hardener.
·           Suhu pada saat pengeringan terlalu panas.

PENCEGAHAN
·           Membersihkan permukaan sebelum dilakukan pengecatan.
·           Penggunaan hardener harus sesuai yang direkomendasikan
·           Suhu pengeringan harus sesuai dengan standar yang diharapkan.

PERBAIKAN
·           Melakukan pegelupasan cat kemudian melakukan proses pengecatan mulai dari awal lagi

10. BLISTERING
Gelembung atau jerawat yang nampak pada lapisan cat atas. Sering dikenal juga dengan istilah moisture blisters, blisters, bubbling, blowing atau bubbles.

Gambar 10. Blistering

PENYEBAB
·           Pengecatan pada permukaan yang basah akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat lapisan cat, sehingga kemungkinan terjadinya gelembung-gelembung akan lebih besar. Solvent dapat tertahan dibawah lapisan cat bila pengecatan dilakukan sekaligus tebal dan langsung terkena sinar martahari. Lapisan cat paling atas akan mengering lebih cepat, sedangkan lapisan bawah masih mengandung banyak solvent yang akan menguap. Uap solvent tersebut akan terjebak dibawah lapisan yang telah kering dan mendesak lapisan tersebut sehingga terjadi gelembung

PENCEGAHAN
·           Permukaan yang baru dicuci dengan air atau kena air hujan harus dibiarkan kering sempurna
·           Interval antar lapisan diusahakan cukup lama untuk memberi kesempatan pada lapisan sebelumnya kering sebelum diberi lapisan berikutnya. Setiap lapisan cat diusahakan setipis mungkin agar pengeringan lebih sempurna.
·           Hindarkan pengecatan waktu cuaca buruk (hujan, mendung atau lembab) atau pada permukaan yang langsung terkena sinar matahari.

PERBAIKAN
·           Dilakukan pengelupasan kemudian dilakukan repainting ulang.



11. FADE (MEMUDAR)
Lapisan topcoat yang baru diaplikasi menunjukkan perbedaan warna,topcoat tampak seperti menyerap pigment
Gambar 11. Memudar

PENYEBAB
·           Terjadi karena top coat kehilangan gloss (kilapnya) dengan berlalunya waktu.
·           Buffing compound diaplikasikan sebelum lapisan cat mengering sempurna.

PENCEGAHAN
·           Jaga baik-baik hasil pengecatan agar gloss tetap awet.
·           Tunggu lapisan cat mengering sempurna sekitar 30 menit.

PERBAIKAN
·           Lakukan pengecatan ulang

12. COLOUR MISMATCH (WRONG COLOR, OFF SHADE, ATAU OFF COLOR)
Warna bagian bodi yang diperbaiki berbeda dengan warna asli bagian bodi lainnya, sering disebut juga dengan . wrong color, off shade, mismatch fading atau off color.

Gambar 12. Colour Mismatch

PENYEBAB
·           Pengoplosan cat tidak sesuai yang diinginkan.
·           Cat yang digunakan sudah kadaluarsa.
·           Thinner dan cat perbandingan campurannya tidak sesuai.
·           Warna bagian bodi yang diperbaiki berbeda dengan warna asli bagian bodi lainnya.

PENCEGAHAN
·           Colour matching menggunakan komputer agar cat yang diinginkan sama dengan bodi kendaraan yang diperbaiki.
·           Pada proses pencampuran usahakan menggunakan gelas ukur/timbangan.
·           Pada saat proses pengadukan cat harus dilakukan dengan teliti.

PERBAIKAN
·           Apabila catnya tidak sama maka dilakukan pengecatan ulang agar warna catnya sesuai.

13. SANDING SCRATCHES (GORESAN AMPLAS)
Goresan halus terlihat pada lapisan cat, biasanya dipermukaan.Hal ini dapat timbul dengan sendirinya secara langsung atau setelah beberapa minggu. Biasanya dapat di bedakan antara goresan bekas amplas mesin atau amplas manual dengan tangan.
Gambar 13. Sanding Scratches

PENYEBAB
·           Sanding scratches dalam lapisan cat asli berkembang dan nampak pada permukaan top coat pada saat top coat solvent berpenetrasi kedalam coat dibawahnya.

PENCEGAHAN
·           Pada saat pengamplasan awal harus halus benar jangan sampai ada bekas.

PERBAIKAN
·           Melakukan pengecatan lebih lanjut dengan cara menutupinya/ menyemprotnya dengan cat.

14. MOTTLING
Cacat yang sering terjadi pada cat jenis metalik, dimana serpihan metal mengapung sehingga membentuk garis atau mirip dengan jerawat. Cacat jenis ini dikenal juga dengan istilah striping, banding, shadowing, flooding, floating, misting, precipitation, blooming, bloom atau bleaching.
Gambar 14. Mottling

PENYEBAB
·           Cacat yang sering terjadi pada cat jenis metalik, dimana serpihan metal mengapung sehingga membentuk garis atau mirip dengan jerawat. Cacat jenis ini dikenal juga dengan istilah striping, banding, shadowing, flooding, floating, misting, precipitation, blooming, bloom atau bleaching.

PENCEGAHAN
·           Pada proses penataan metalik pada lapisan cat ke 4 harus dilakukan dengan teliti agar proses mottling tidak terjadi.
·           Usahakan dengan tekanan udara yang sesuai dengan standar yang diinginkan

PERBAIKAN
·           Dilakukan pengelupasan kemudian dilakukan repainting ulang.

15. LIFTING
Perubahan pada lapisan cat dalam bentuk kerutan ketika lapisan cat diaplikasikan atau saat dikeringkan. Sering juga dikenal dengan istilah wrinkling, rippling serta raising.
Gambar 15. Lifting

PENYEBAB
·           Permukaan pada bodi kendaraan yang dicat terdapat kotoran seperti lem, sealer dan sebagainya.
·           Thinner yang digunakan tidak cocok untuk jenis cat yang diaplikasikan.
·           Kekentalan cat yang tidak sesuai.

PENCEGAHAN
·           Membersihkan bodi kendaraan dengan udara bertekanan sebelum dilakukan pengecatan.
·           Pemilihan thinner harus sesuai dengan cat yang akan digunakan.
·           Perhatikan kekentalan cat yang digunakan.

PERBAIKAN
·           Dilakukan pengelupasan kemudian dilakukan repainting ulang.



Semoga dengan artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang ingin melakukan pengecatan